Suarakemanusiaan.com, – Sebanyak 1.400 peserta mengikuti Latihan Gabungan (Latgab) Palang Merah Remaja (PMR) se-Kota Surabaya yang diselenggarakan oleh PMI Kota Surabaya dengan dukungan American Red Cross (AmCross) dan International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) di Kampus Universitas Dr. Soetomo, Sabtu (20/6). Kegiatan ini mengusung tema “Urban Heat: Panas Melanda Surabaya, Saatnya PMR Aksi Nyata” sebagai upaya meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap risiko panas ekstrem yang semakin dirasakan di wilayah perkotaan.
Tema Urban Heat dipilih karena peningkatan suhu udara di kawasan perkotaan menjadi salah satu tantangan yang semakin nyata. Tingginya kepadatan bangunan, berkurangnya ruang terbuka hijau, serta dampak perubahan iklim menyebabkan suhu di kota cenderung lebih tinggi dibandingkan wilayah sekitarnya. Kondisi ini berpotensi menimbulkan berbagai dampak kesehatan, mulai dari dehidrasi, kelelahan akibat panas, hingga gangguan kesehatan lainnya, terutama bagi kelompok rentan.
Melalui kegiatan ini, PMI Kota Surabaya mengajak anggota PMR untuk memahami risiko panas ekstrem sekaligus mengambil peran sebagai pelopor edukasi dan aksi kemanusiaan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Anggota PMR diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menyebarluaskan informasi mengenai pencegahan dampak cuaca panas dan pentingnya menjaga kesehatan di tengah perubahan iklim.
Berbagai kegiatan edukatif dan interaktif diselenggarakan selama Latgab berlangsung, di antaranya Youth Station, Sekolah Siaga Bencana, Orasi Urban Heat, serta pemutaran video edukasi tentang Urban Heat yang disiapkan oleh para peserta. Kegiatan tersebut menjadi sarana untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kepedulian anggota PMR terhadap isu lingkungan dan kemanusiaan.
Peserta juga mendapatkan wawasan langsung melalui sesi talkshow Urban Heat yang menghadirkan narasumber dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dan akademisi dari Universitas Airlangga. Dalam sesi tersebut dibahas mengenai fenomena panas perkotaan, dampaknya terhadap kesehatan masyarakat, serta langkah-langkah mitigasi yang dapat dilakukan oleh generasi muda.
Rektor Universitas Dr. Soetomo, Prof. Dr. Siti Marwiyah, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang tetap bersemangat mengikuti kegiatan di tengah cuaca panas Kota Surabaya.
“Kami mengapresiasi kehadiran dan semangat para peserta yang tetap antusias mengikuti kegiatan ini di tengah cuaca panas. Kepada para orang tua, tidak perlu khawatir karena kegiatan ini merupakan wadah pembelajaran yang positif bagi putra-putri mereka. Selamat berlatih dan terus mengembangkan kemampuan diri. Piala bukanlah tujuan utama, melainkan simbol dari proses belajar dan semangat untuk terus hadir memberikan aksi kemanusiaan yang bermanfaat bagi sesama,” ujarnya.
Sementara itu, Meuti Nadia Soraya Bulan, S.Psi Anggota Pengurus PMI Kota Surabaya., menyampaikan bahwa Latihan Gabungan PMR merupakan ruang bagi anggota PMR untuk mengeksplorasi dan mengembangkan potensi diri serta memperluas wawasan mengenai isu-isu kemanusiaan yang relevan dengan kondisi saat ini.
“Melalui kegiatan ini, anggota PMR dapat mengeksplorasi kemampuan diri, mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki, serta menunjukkan peran positif sebagai anggota PMR. Harapannya, ilmu yang diperoleh selama kegiatan dapat diterapkan dan disebarluaskan di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” tuturnya.
Melalui semangat “Panas Melanda Surabaya, Saatnya PMR Aksi Nyata”, PMI Kota Surabaya berharap anggota PMR tidak hanya memiliki keterampilan kepalangmerahan yang baik, tetapi juga mampu menjadi pelopor dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap risiko panas ekstrem, serta menghadirkan aksi nyata untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat, aman, dan tangguh menghadapi tantangan perubahan iklim.
(Redaksi***)

Tinggalkan Balasan