Probolinggo.Suara kemanusiaan, – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Timur, H. Imam Utomo, melantik Pengurus PMI Kota Probolinggo masa bakti 2026–2031 di Kantor Pemerintah Kota Probolinggo, Jumat (3/7/2026).

Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Pengurus oleh Sekretaris PMI Jawa Timur, Drs. Dwi Suyanto, M.M. Selanjutnya, Ketua PMI Kota Probolinggo, Mega Guntara, S.E., memimpin pembacaan pakta integritas yang diikuti seluruh jajaran pengurus yang baru dilantik.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan pakta integritas dan berita acara pelantikan.

Dalam amanatnya, Imam Utomo menegaskan bahwa seluruh pengurus harus menjalankan organisasi sesuai pakta integritas dan berpedoman pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan.

Ia menekankan pentingnya membangun jiwa kerelawanan karena tugas PMI adalah memberikan pelayanan kemanusiaan, baik pada situasi bencana maupun kondisi lainnya.

Menurutnya, PMI harus selalu siap membantu pemerintah daerah, seperti mendirikan dapur umum, memberikan layanan kemanusiaan, hingga mengerahkan relawan terlatih saat terjadi bencana. Karena itu, pelatihan relawan harus terus dilakukan secara berkelanjutan.

Imam Utomo juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pelayanan darah.

Menurutnya, Kota Probolinggo tidak mengalami kekurangan stok darah, namun yang lebih utama adalah memastikan darah yang disalurkan memenuhi standar keamanan sesuai Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). Saat ini standar tersebut telah diterapkan di Unit Donor Darah PMI Surabaya, Lumajang, Sidoarjo, dan Malang, serta akan dikembangkan ke Jember dan Tulungagung.

Selain itu, ia mendorong setiap sekolah memiliki Palang Merah Remaja (PMR) sebagai wadah pembinaan generasi muda, dengan minimal satu gugus beranggotakan sekitar 40–50 siswa.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Probolinggo, dr. Intan Sudarmadi, Sp.S., M.H., yang mewakili Wali Kota Probolinggo, mengajak PMI terus memperkuat kapasitas pelayanan, menjaga netralitas, independensi, dan profesionalisme. Pemerintah Kota Probolinggo, kata dia, akan terus mendukung PMI sebagai mitra strategis dalam pelayanan kemanusiaan.

Ketua PMI Kota Probolinggo, Mega Guntara, menyatakan pelantikan bukan sekadar seremoni, melainkan awal tanggung jawab besar untuk mengemban amanah kemanusiaan.

Ia berkomitmen menjalankan organisasi secara netral, profesional, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, termasuk melalui kegiatan donor darah serta layanan kemanusiaan selama 24 jam.

“Jabatan ini adalah amanah sekaligus perjuangan untuk mewujudkan PMI Kota Probolinggo yang semakin maju dan hadir bagi masyarakat sesuai tujuh prinsip dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional,” ujarnya.

Pengurus PMI Kota Probolinggo masa bakti 2026–2031 ditetapkan berdasarkan SK Nomor 060/KEP/02.06.00/VI/2026 tertanggal 5 Juni 2026 yang ditandatangani Ketua PMI Jawa Timur, H. Imam Utomo.

Pelindung : Walikota Probolinggo
Dewan Kehormatan
Ketua : dr. Intan Sudarmadi, Sp.S,MH
Anggota :
1. dr. Nurul Hasanah Hidayati
2. Drs. Wakit
3. dr. Abror H.S Kuddah, Sp.B
4. Syaiful Islami

Pengurus :
Ketua : Mega Guntara, SE
Wakil Ketua : Novan Agus Priyanto, SH.

Kabid Organisasi, Anggota dan Relawan, PB, Pendidikan dan Pelatihan : Adi Suhermanto, S.Pd, M.Pd

Kabid Pelayanan Kesehatan, Sosial dan Rumah Sakit, Pelayanan Darah : dr. Lusi Tri Wahyudi

Kabid Informasi Komunikasi, Kerjasama dan Kemitraan, Pengembangan SDM : Donal Vinalio Boy

Sekretaris : Endar Setyo Wahyuni, S.Hut
Wasek : Dr. Agus Lithanta, S.Pd, M.Pd

Bendahara : Dra. Heri Astuti, M.Si
Anggota :
1. Syaiful Arifin, S.Pd
2. Penny Mulyani, APTTD
3. Tri Agung Tjahjadi, SH

(Priska/Red***)