Suarakemanusiaan.com, — Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Timur terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang kehumasan melalui Pelatihan Kehumasan. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, publikasi, dokumentasi, serta penyebarluasan informasi mengenai aksi dan layanan kemanusiaan PMI kepada masyarakat.

Pelatihan yang berlangsung pada 23–30 Agustus 2026 di Pusdiklat PMI Jawa Timur tersebut diikuti 40 peserta yang berasal dari 38 PMI Kabupaten/Kota se-Jawa Timur dan PMI Provinsi Jawa Timur.

Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan PMI Jawa Timur, Drs. Budi Supriyanto, M.Si., mengatakan pelatihan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat dan memeratakan kapasitas tim humas PMI di seluruh Jawa Timur.

“Harapan kita yang pertama, kita menguatkan kapasitas tim PMI agar merata, sehingga dalam membuat konten betul-betul menarik di media sosial, baik website, Instagram, Facebook, TikTok, termasuk juga menulis untuk media online,” ujar Budi saat membuka kegiatan.

Ia menilai perkembangan teknologi digital dan cepatnya arus informasi membuat peran humas semakin strategis. Karena itu, insan humas PMI dituntut tidak hanya mampu menjalankan komunikasi secara konvensional, tetapi juga menguasai pola komunikasi digital dan mampu membangun jejaring kehumasan antarunit PMI.

“Kita bukan lagi menulis sebagai humas konvensional, tetapi kita membuat yang modern. Kita juga membangun kehumasan secara jejaring, seperti jejaring UDD maupun Markas,” katanya.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi yang relevan dengan kebutuhan kehumasan saat ini. Materi tersebut meliputi peran dan fungsi humas, strategi komunikasi kemanusiaan, teknik penulisan berita dan siaran pers, fotografi dan dokumentasi, pengelolaan media sosial, pembuatan konten kreatif, manajemen krisis dan komunikasi cepat, etika kehumasan, serta branding.

Kemampuan tersebut diharapkan dapat mendukung humas PMI dalam menyampaikan berbagai program dan layanan kemanusiaan secara lebih efektif. Informasi yang disampaikan mencakup pelayanan donor darah, penanganan bencana, pelayanan kesehatan, pembinaan relawan dan Palang Merah Remaja (PMR), serta berbagai kegiatan kemanusiaan lainnya.

Pelatihan ini juga menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi dan jejaring antara Humas PMI Provinsi Jawa Timur dan Humas PMI Kabupaten/Kota. Dengan komunikasi yang lebih terintegrasi, penyampaian informasi diharapkan semakin konsisten dan mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas.

PMI Jawa Timur berharap peningkatan kapasitas tersebut dapat menghasilkan insan humas yang profesional, kreatif, adaptif, dan responsif terhadap perkembangan teknologi komunikasi.

Para peserta juga didorong untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di masing-masing daerah, sehingga informasi mengenai kiprah dan layanan kemanusiaan PMI dapat disampaikan secara cepat, akurat, menarik, dan mudah dipahami masyarakat.

Dengan penguatan jejaring kehumasan di seluruh Jawa Timur, PMI optimistis komunikasi publik mengenai kerja-kerja kemanusiaan dapat semakin efektif dan mampu meningkatkan kepercayaan serta partisipasi masyarakat.

(ris)