Gempa NTT, Palang Merah Indonesia Kerahkan Tim Tanggap Darurat

Jakarta,- Palang Merah Indonesia  telah mengerahkan personel penanggulangan bencana di Nusa Tenggara Timur untuk menilai dampak gempa serta memantau kebutuhan kemanusiaan masyarakat yang terdampak.

Tim Satuan Tanggap Bencana (Satgana) PMI telah mendukung operasi darurat di Maumere termasuk membantu mengevakuasi pasien dari sebuah rumah sakit ke area terbuka di luar fasilitas tersebut.

Evakuasi dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap gempa susulan serta potensi risiko yang ditimbulkan oleh bangunan yang mengalami kerusakan. Personel PMI juga membantu mendirikan tenda sementara di luar rumah sakit untuk mendukung pasien dan tenaga medis selama proses asesmen darurat berlangsung.

Kepala Divisi Penanggulangan Bencana Markas Pusat PMI, Ridwan S. Carman, mengatakan organisasi tersebut memfokuskan respons awal pada keselamatan, asesmen, dan koordinasi.

“Tim kami saat ini sedang melakukan asesmen dan memantau kondisi masyarakat terdampak sambil berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Di Rumah Sakit Maumere, personel PMI membantu proses evakuasi pasien ke area terbuka serta mendirikan tenda sementara untuk mendukung pasien dan tenaga medis,” kata Ridwan.

Ia mengatakan situasi masih terus berkembang karena tim darurat masih menerima informasi dari berbagai lokasi.

“Kami terus mengumpulkan dan memverifikasi informasi dari lapangan, termasuk kerusakan rumah dan fasilitas umum, kondisi masyarakat terdampak, serta kebutuhan.” terangnya.

Markas Pusat PMI berkoordinasi dengan PMI Provinsi Nusa Tenggara Timur serta PMI kabupaten dan kota di wilayah terdampak. Informasi yang dihimpun dari lapangan dikonsolidasikan melalui sistem koordinasi darurat PMI dan Emergency Operations Centre (EOC).

(Redaksi***)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini