Suarakemanusiaan.com, — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Probolinggo memperkuat upaya menjaga kelestarian lingkungan melalui program penghijauan di kawasan hulu Kecamatan Kuripan. Persiapan program tersebut dilakukan melalui monitoring dan evaluasi lokasi pada Kamis (27/8/2026).
Program penghijauan ini merupakan bagian dari kolaborasi program CSR PT Paiton Energy bersama PMI Kabupaten Probolinggo tahun 2026. Monitoring dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan, kondisi lingkungan, keterlibatan masyarakat, hingga rencana pemeliharaan tanaman setelah penanaman.
Tim PMI meninjau tiga desa yang menjadi lokasi sasaran program, yakni Desa Wringinanom, Desa Resongo dan Desa Karangrejo.
Sekretaris PMI Kabupaten Probolinggo, Ir. Dewi Korina, MA., mengatakan kawasan hulu Kecamatan Kuripan menjadi perhatian karena memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan mengurangi risiko bencana, khususnya banjir.
Menurutnya, penghijauan tidak boleh berhenti pada kegiatan menanam pohon. Tanaman yang ditanam harus dipastikan dapat tumbuh, dirawat dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.
“Penghijauan bukan hanya tentang menanam, tetapi bagaimana tanaman tersebut bisa tumbuh, dirawat, dan memberikan manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang,” ujar Dewi.
Ia menambahkan, keberhasilan program sangat dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari kesesuaian lokasi, jenis tanaman, ketersediaan air hingga komitmen masyarakat dalam merawat tanaman.
Camat Kuripan, Oon, menyambut baik program CSR tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara PMI, PT Paiton Energy, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan masyarakat diperlukan agar penghijauan dapat memberikan dampak yang berkelanjutan.
“Program ini tentu sangat baik untuk lingkungan. Kami berharap pemerintah desa dan masyarakat dapat bersama-sama mendukung, terutama dalam pemeliharaan tanaman setelah penanaman,” ungkap Oon.
Kepala Desa Wringinanom, Marwono, turut mengapresiasi rencana penghijauan tersebut. Ia berharap program ini dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekaligus membantu menjaga sumber air.
Marwono juga mendorong keterlibatan masyarakat sejak proses penanaman hingga pemeliharaan. Sosialisasi kepada warga dinilai penting agar manfaat penghijauan dapat dipahami dan menjadi tanggung jawab bersama.
Di Desa Resongo, tim PMI menggali masukan masyarakat terkait jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi wilayah. Anggota kelompok tani, Tinasan, mengusulkan tanaman alpukat karena memiliki potensi manfaat ekologis sekaligus nilai ekonomi.
Menurutnya, pemilihan tanaman produktif dapat memberikan manfaat tambahan bagi masyarakat sehingga program penghijauan tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga berpotensi meningkatkan perekonomian warga.
Sementara di Desa Karangrejo, monitoring difokuskan pada kondisi lahan dan kesiapan lokasi penanaman. Ketersediaan air menjadi salah satu perhatian utama untuk memastikan tanaman dapat tumbuh dengan baik.
Karena itu, lokasi penanaman diharapkan berada tidak jauh dari permukiman warga atau sumber air. Dengan demikian, tanaman lebih mudah dipantau dan dirawat oleh masyarakat.
PMI Kabupaten Probolinggo menegaskan keberhasilan program penghijauan membutuhkan komitmen bersama. Pemerintah desa dan masyarakat berperan dalam pemeliharaan, sementara pemerintah kecamatan, PMI dan pihak terkait terus memperkuat koordinasi agar program berjalan sesuai kebutuhan lapangan.
Program penghijauan di kawasan hulu Kuripan diharapkan tidak hanya memperkuat kelestarian lingkungan, tetapi juga menjaga sumber air, mengurangi risiko dampak bencana dan membuka peluang ekonomi melalui tanaman produktif.
Lebih dari sekadar penanaman pohon, program ini diharapkan menjadi langkah membangun kesadaran serta partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan