Suarakemanusiaan.com,— Sekretaris Jenderal Palang Merah Indonesia (PMI) bersama Kepala Delegasi International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) meninjau Gudang Regional PMI Indonesia Timur di Gresik, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi dan sinergi PMI dan IFRC dalam mendukung kesiapsiagaan serta respons kemanusiaan, khususnya melalui pengelolaan logistik untuk penanganan bencana di berbagai wilayah, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dalam kunjungan tersebut, Sekretaris Jenderal PMI didampingi Anggota Pengurus PMI Pusat Dr. Drs. Josef Nae Soi, M.M. Sementara dari IFRC hadir Kathryn Clarkson, Head of Delegation IFRC CCD untuk Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapura, dan Timor-Leste.
Rombongan meninjau kondisi gudang sekaligus melihat berbagai perlengkapan dan logistik kemanusiaan yang disiapkan untuk mendukung operasi PMI dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak bencana.
Kathryn Clarkson mengapresiasi keberadaan Gudang Regional PMI Indonesia Timur. Menurutnya, kondisi gudang yang sebagian kosong menunjukkan bahwa berbagai perlengkapan yang tersimpan telah digunakan untuk mendukung respons kemanusiaan.
“It’s bigger than I expected, and of course, to be empty at the moment, but that’s good because it means that a lot of the items stored here are being used for the response,” kata Kathryn.
Ia juga mengapresiasi keberlanjutan penggunaan sistem logistik IFRC di gudang tersebut yang telah diterapkan selama lebih dari 10 tahun.
“I’m also very happy to see that the logistics system from the IFRC is still being used in the warehouse even after more than ten years,” ujarnya.
Usai meninjau gudang, Sekretaris Jenderal PMI bersama Kathryn Clarkson juga bertemu dengan peserta Pelatihan Kehumasan PMI yang tengah berlangsung di Pusdiklat PMI Jawa Timur.
Dalam pertemuan tersebut, Kathryn menekankan pentingnya peran relawan dan komunikasi dalam mendukung pelayanan kemanusiaan. Menurutnya, relawan berperan penting dalam menghubungkan organisasi dengan masyarakat serta memastikan bantuan dapat disalurkan secara langsung kepada warga yang membutuhkan.
“Your role is critical to linking with communities and providing assistance directly to people,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya dokumentasi berupa foto, video, dan cerita yang dihasilkan insan kehumasan PMI. Menurut Kathryn, dokumentasi tersebut dapat menggambarkan dampak bencana terhadap masyarakat sekaligus menunjukkan kerja-kerja kemanusiaan yang dilakukan PMI kepada publik, termasuk masyarakat internasional.
Informasi dan dokumentasi tersebut, lanjutnya, juga dapat membantu IFRC dan jaringan Palang Merah dalam membangun dukungan serta memobilisasi sumber daya dari komunitas internasional.
“Your stories are the impact of disasters on people and the work of the Red Cross. This helps us to be able to mobilize support from the international community,” ujarnya.
Kepada peserta pelatihan kehumasan, Kathryn berpesan agar terus menyebarluaskan informasi mengenai kerja-kerja kemanusiaan, membangun konektivitas, saling mendukung, serta mengajak lebih banyak masyarakat untuk menjadi relawan dan berkontribusi.
“Keep spreading the word, help each other, keep spreading the word, stay connected, encourage others to volunteer and contribute,” katanya.
Kunjungan tersebut diharapkan semakin memperkuat kapasitas PMI dalam kesiapsiagaan dan respons bencana melalui penguatan sistem logistik, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta komunikasi publik yang efektif.
Dengan sinergi tersebut, PMI terus berkomitmen menghadirkan pelayanan kemanusiaan yang cepat, tepat, dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
(ris)


Tinggalkan Balasan