SUARAKEMANUSIAAN.COM, JAKARTA – Kementerian Kesehatan mengerahkan sebanyak 119 relawan tenaga cadangan kesehatan (TCK) Batch II untuk memperkuat layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang.

Para relawan terdiri dari tenaga medis, tenaga kesehatan, dan tenaga nonkesehatan dengan komposisi 9 dokter spesialis, 16 dokter umum, 59 perawat, 4 tenaga gizi, 12 tenaga kesehatan lingkungan, serta sisanya tenaga non kesehatan lainnya.

“Seluruh relawan akan bertugas di 15 lokus pelayanan, yang meliputi 1 rumah sakit yaitu RSUD Aceh Tamiang dan 14 titik layanan kesehatan di lokasi pengungsian,” kata Pendamping Relawan TCK Batch II Kemenkes di Aceh Tamiang Tirta Muhammad Rizki, Jumat (9/1/2026).

Penugasan relawan difokuskan untuk memastikan layanan kesehatan tetap berjalan optimal, baik di fasilitas kesehatan rujukan maupun di titik-titik pengungsian.

“Lokus pertama berada di RSUD sebagai fasilitas rujukan utama yang terus kami upayakan agar dapat berfungsi maksimal, sementara 14 lokus lainnya berada di lokasi pengungsian masyarakat terdampak,” ujarnya.

Kehadiran relawan lintas profesi ini bertujuan untuk menjawab berbagai kebutuhan kesehatan di lapangan, mulai dari pelayanan medis dasar dan spesialistik, keperawatan, pemenuhan gizi, hingga pengendalian kesehatan lingkungan di area pengungsian.

“Kolaborasi antara tenaga medis, tenaga kesehatan, dan tenaga non kesehatan menjadi kunci dalam respon krisis kesehatan. Kami berupaya memastikan masyarakat terdampak tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang aman, cepat, dan berkelanjutan,” tandasnya.